Dorong Ketahanan Pangan, Kemenkop dan LPDB Dukung Koperasi Tebu di Malang
- Apr 25, 2025
- Sansa Sandi
Menteri Koperasi dan UKM, dalam kunjungannya ke salah satu koperasi desa di Kecamatan Dampit, menyatakan bahwa pendekatan berbasis koperasi mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
“Koperasi desa menjadi ujung tombak pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui pendanaan bergulir dari LPDB, kami ingin memastikan petani tebu mendapat akses permodalan yang adil, teknologi tepat guna, dan kepastian pasar,” ujarnya.
Program ini mencakup pendampingan intensif, fasilitasi alat dan mesin pertanian modern, serta pelatihan manajemen koperasi dan hilirisasi produk. LPDB sendiri telah menyalurkan dana bergulir lebih dari Rp10 miliar kepada beberapa koperasi tebu di Malang sejak awal tahun 2025.
Ketua Koperasi Tebu Mandiri Desa Sumberdem, Sutikno, mengaku program ini sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan anggota koperasi.
“Dulu kami kesulitan modal dan alat. Sekarang, berkat program ini, panen kami meningkat hampir 30%. Petani juga jadi lebih semangat karena merasa dilibatkan dalam sistem yang jelas dan transparan,” katanya.
Kemenkop berharap program ini menjadi percontohan nasional dalam sinergi antara koperasi, pemerintah, dan lembaga pembiayaan untuk membangun sistem pertanian yang tangguh dan berdaya saing.